Senin, 07 Mei 2012

cerpen "sayangilah bumi"


GLOBAL WARMING
              Siang ini, Kristal bersama mum sedang berjemur di kolam renang belakang rumahnya. dia mengibaskan rambut hitam lebatnya berulang kali. Setiap kali rambutnya ke depan, rambut itu menutupi wajah dan dia segera mengibaskannya ke belakang. Sesekali, dia menyingkapnya dengan jari-jemari tangannya. Dia pun menjadi kesal. Akhirnya, dia mengucir rambutnya yang berbentuk bears.
       Bukan hanya itu, Kristal juga sudah berulang kali menyeka keringat dengan saputangan miliknya. Keringat itu kian mengucur dari kening hingga dagunya yang lancip bagai sarang lebah bergantung. Keringat ini bagaikan lautan asin yang terus mengucur darti tempatnya yang sangat tinggi.
       “Uuuhh.. mum, bisa nggak sih cuaca di bumi kita ini sejuk ?! Biar nggak njengkelin dan buat pusing. Aku jadi kikuk nih, mengerjakan soal matematika yang super rumit dan susah !!” keluh Kristal dengan agak sebal pada mum yang sedang ada di sampingnya.
       ‘Hmmm.. tentu saja bisa !!”Jawab mum hingga membuatnya bersemangat kembali seperti semula. ‘Apa mum ? Apa ? Sebutkan !!’ pinta Kristal dengan tidak sabar. Tiba-tiba saja, buku matematikanya terjatuh. Wajah polos Kristal semakin terlihat.
       “Kamu tau nggak sih apa itu Global Warming ?” Kata mum sambil memakan biskuitnya. Mama memasukkan biskuit itu setengah lingkaran penuh ke dalam mulutnya.
       ‘Hmmm.. tau dong !! Global Warming itu pemanasan global, kan ??!”Kristal mlah balik bertanya. “Lalu, apa yang bisa kita perbuat untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global mum ?”Imbuhnya. Kristal terus bertanya kepada mumnya karena penasaran.
       “Caranya,kamu mau tidak mengikuti perintah mum terlebih dahulu ?”tanya mum. “Hmmm,apa mum ??”Kristal tampak penasaran. “Kamu ikuti, ya, apa yang mum katakan !! Pertama,matikan AC yang masih nyala yuk !” Bujuk mum. Kristal pun segera berlari mengambil langkah seribu menuju dapur, ruang tamu, kamar, ruang TV, ruang santai, kamar, ruang keluarga, dan ruang-ruang lainnya yang AC-nya tidak terpakai. Dia pun menjadi ngos-ngosan. Dia sempat menabrak sofa kay saking terburunya.
       “Aww.. Kakiku !!”jerit Kristal. Kristal segera kembali lagi kepada mum dan segera bertanya. Nafasnya tersengal-sengal dan kakinya terasa sakit karena memar akibat benabrak sofa kayu tadi. Mum hanya tersenyum mendengar jeritan Kristal.
       “Oke, kalau begitu,sekarang... sampah yang ada di keranjang, kamu bongkar ! Kamu pisahkan yang organik dan yang anorganik !”serun mum.
       Dengan langkah seribu, Kristal sefera memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Dia membuat keribuatan di siang itu sehingga mbok ni’ah, pembsntunya yang sedang tidur siang di kamarnya terbangun dan seera bertanya kapadanya.
       “Lho...lho... Non Kristal, ada apa siang-siang ribut begini ?”Tanya mbok Ni’ah bingung. Tapi,sangking seriusnya, Kristal sempat tudak menjawab pertanyaan mbok Ni’ah. “Weekk... Sampah ini bau banget !!”seru Kristal seraya mencabit hidungnya dengan dua jarinya sendiri. “Yang pasti, kalau harum, namanya bukan sampah. Tapi itu sih Non Kristal !”Mbok Ni’ah mencoba mengobarkan semangat Kristal lebih dalam.
       Kristal nyengir selebar mungkin, giginya yang putih bening mengilat seperti mutiara itu membuat Mbok Ni’ahpercaya bahwa Kristal dapat melakukan semua itu dengan penuh kesabaran.
       Kristal terus mengumpulkan dan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sudah beberapa menit, dia berada di antara sampah-samoah itu. Lalu, dia segera kembali dengan napas yang tentu masih sengal-sengal.
       “Hosh...hosh... memangnya untuk apa mum sampah itu harus dipisahkan ?” tanya Kristal dengan lemasnya.
       “Biar gampang didaur ulang !”sahut mum. Selama beberapa menit, Kristal bolak-balik dengan napas ngos-ngosan. Tanpa disadarinta, semula dia jijik mengerjakannya. Tapi sekarang, dia mengerjakannya tanpa rasa jijik. Semangatnya berkobar ! Sampai-sampai saking semangatnya, terdengar sebuah suara. Krekkk! Begitulah suaranya.
       Tapi kemudian, dia menyadari bahwa bunyi itu berasal dari baju bagian ketiaknya yang sobek. Mendengar suara itu, dia tersenyum sendiri mengingat sejenak. Dia merasakan baju di bagian ketiaknya sobek. Wajahnya yang putih menjadi merah kepanasan. Jari-jemarinya yang lentik menjadi kotor.
       Setelah selesai mengerjakan segudang perintah dari mum, Kristal datang menemui mum, Kristal datang menemui mum yang sedari tadi berjemur di depan kolam renang.
       “Hosh...Hosh...Hosh... Sekarang apalagi mum ?  CWAPEK BANGET NIEH !” seru Kristal. Mum tersenyum geli.
       “Oke. Sekarang, kita sama-sama duduk di bawah pohon yang rindang itu yuk !” usul mum seraya menunjuk sebuah pohon yang sangat rindang. Segeralah mum dan Kristal duduk di bawah pohon itu.
       “Waaah... kok, udaranya sejuk baget  mum ?!”seru Kristal
       “Udara sejuk disebabkan oleh adanya pohon hijau dan rindang ini. Pohon ini mengeluarkanoksigen dan menghisap karbondioksida. Ini baru satu, belum lagi jika banyak pohon ! Kamu dapat bernapas dengan lega dan segar !”jelas mum.
       “Ayo, menanam pohon yang sudah mum siapkan bibitnya !” ajak mum.
       “Aduuuh... capek nih ! Kristal ngerti, tapi besok-besok aja lagi, ya ??!” sahut Kristal. Kristal pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya. Kemudian, dia berjalan sempoyobgan menuju kamarnya untuk beristirahat. Mum hanya bisa tersenyum dan terhibur dengan tingkah laku Kristal yang lusu. Kristal lalu tertidur pulas.
       “Besok, don’t forget, ya !” seru mum seraya menyelimuti Kristal.
       “Iya. Um. Eh, tapi... kenapa tidak sekarang saja ? Ayo mum !”tanggap Kristal. Tiba-tiba, dengan penuh semangat Kristal bangkit dari tempat tidurnya. Tapi, dia kembali lagi setelah berjalan dua langkah saja ke depan kaca jendelanya yang disinari terik matahari.
       “Tidak jadi, deh mum !” kata Kristal lelah. Kristal tertidur pulas di kamar istimewanya.
       KEESOKAN HARINYA...
       Kristal bangun pukul 06.00. ia segera melakukan aktivitas paginya. Karena dia sudah berjanji akan membantu mum-nya, dia segera pergi ke kolam renang di belakang rumahnya.
       Setelah disana, Kristal merasa sejuk selali. Ternyata, dibelakan rumahnya sudah ada taman yang indah serta pohon-pohon di sana-sini. Kristal senang sekali. Akhirnya, impiannya terwujud ! Dan untuk teman-teman, kita juga harus menjaga dan mencintai bumi kita ya !!!      
   
      
         Biodataku:

Nama                        :  Faricha Dzakia Ifkarina
Kelas                         : 5 D
Usia                          : 11 tahun
Nama sekolah          : SDI Sabilillah Malang
Alamat rumah         : Jl. Sunan Muria no.388 sukoraharjo kepanjen - Malang
E-mail                       :
farichaifkarina@yahoo.co.id
No.telpon                 : (0341) 9523990