GLOBAL WARMING
Siang ini, Kristal bersama mum sedang
berjemur di kolam renang belakang rumahnya. dia mengibaskan rambut hitam
lebatnya berulang kali. Setiap kali rambutnya ke depan, rambut itu menutupi
wajah dan dia segera mengibaskannya ke belakang. Sesekali, dia menyingkapnya
dengan jari-jemari tangannya. Dia pun menjadi kesal. Akhirnya, dia mengucir
rambutnya yang berbentuk bears.
Bukan hanya itu, Kristal juga sudah
berulang kali menyeka keringat dengan saputangan miliknya. Keringat itu kian
mengucur dari kening hingga dagunya yang lancip bagai sarang lebah bergantung.
Keringat ini bagaikan lautan asin yang terus mengucur darti tempatnya yang
sangat tinggi.
“Uuuhh.. mum, bisa nggak sih cuaca di
bumi kita ini sejuk ?! Biar nggak njengkelin dan buat pusing. Aku jadi kikuk
nih, mengerjakan soal matematika yang super rumit dan susah !!” keluh Kristal
dengan agak sebal pada mum yang sedang ada di sampingnya.
‘Hmmm.. tentu saja bisa !!”Jawab mum
hingga membuatnya bersemangat kembali seperti semula. ‘Apa mum ? Apa ? Sebutkan
!!’ pinta Kristal dengan tidak sabar. Tiba-tiba saja, buku matematikanya terjatuh.
Wajah polos Kristal semakin terlihat.
“Kamu tau nggak sih apa itu Global Warming ?” Kata mum sambil
memakan biskuitnya. Mama memasukkan biskuit itu setengah lingkaran penuh ke
dalam mulutnya.
‘Hmmm.. tau dong !! Global Warming itu pemanasan global, kan ??!”Kristal mlah balik
bertanya. “Lalu, apa yang bisa kita perbuat untuk menyelamatkan bumi dari
pemanasan global mum ?”Imbuhnya. Kristal terus bertanya kepada mumnya karena
penasaran.
“Caranya,kamu mau tidak mengikuti
perintah mum terlebih dahulu ?”tanya mum. “Hmmm,apa mum ??”Kristal tampak
penasaran. “Kamu ikuti, ya, apa yang mum katakan !! Pertama,matikan AC yang
masih nyala yuk !” Bujuk mum. Kristal pun segera berlari mengambil langkah
seribu menuju dapur, ruang tamu, kamar, ruang TV, ruang santai, kamar, ruang
keluarga, dan ruang-ruang lainnya yang AC-nya tidak terpakai. Dia pun menjadi ngos-ngosan. Dia sempat menabrak sofa
kay saking terburunya.
“Aww.. Kakiku !!”jerit Kristal. Kristal
segera kembali lagi kepada mum dan segera bertanya. Nafasnya tersengal-sengal
dan kakinya terasa sakit karena memar akibat benabrak sofa kayu tadi. Mum hanya
tersenyum mendengar jeritan Kristal.
“Oke, kalau begitu,sekarang... sampah
yang ada di keranjang, kamu bongkar ! Kamu pisahkan yang organik dan yang
anorganik !”serun mum.
Dengan langkah seribu, Kristal sefera
memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Dia membuat keribuatan
di siang itu sehingga mbok ni’ah, pembsntunya yang sedang tidur siang di
kamarnya terbangun dan seera bertanya kapadanya.
“Lho...lho... Non Kristal, ada apa
siang-siang ribut begini ?”Tanya mbok Ni’ah bingung. Tapi,sangking seriusnya,
Kristal sempat tudak menjawab pertanyaan mbok Ni’ah. “Weekk... Sampah ini bau
banget !!”seru Kristal seraya mencabit hidungnya dengan dua jarinya sendiri.
“Yang pasti, kalau harum, namanya bukan sampah. Tapi itu sih Non Kristal !”Mbok
Ni’ah mencoba mengobarkan semangat Kristal lebih dalam.
Kristal nyengir selebar mungkin, giginya
yang putih bening mengilat seperti mutiara itu membuat Mbok Ni’ahpercaya bahwa
Kristal dapat melakukan semua itu dengan penuh kesabaran.
Kristal terus mengumpulkan dan
memisahkan sampah organik dan anorganik. Sudah beberapa menit, dia berada di
antara sampah-samoah itu. Lalu, dia segera kembali dengan napas yang tentu
masih sengal-sengal.
“Hosh...hosh... memangnya untuk apa mum
sampah itu harus dipisahkan ?” tanya Kristal dengan lemasnya.
“Biar gampang didaur ulang !”sahut mum.
Selama beberapa menit, Kristal bolak-balik dengan napas ngos-ngosan. Tanpa disadarinta, semula dia jijik mengerjakannya.
Tapi sekarang, dia mengerjakannya tanpa rasa jijik. Semangatnya berkobar !
Sampai-sampai saking semangatnya, terdengar sebuah suara. Krekkk! Begitulah suaranya.
Tapi kemudian, dia menyadari bahwa bunyi
itu berasal dari baju bagian ketiaknya yang sobek. Mendengar suara itu, dia
tersenyum sendiri mengingat sejenak. Dia merasakan baju di bagian ketiaknya
sobek. Wajahnya yang putih menjadi merah kepanasan. Jari-jemarinya yang lentik
menjadi kotor.
Setelah selesai mengerjakan segudang
perintah dari mum, Kristal datang menemui mum, Kristal datang menemui mum yang
sedari tadi berjemur di depan kolam renang.
“Hosh...Hosh...Hosh... Sekarang apalagi
mum ? CWAPEK BANGET NIEH !” seru
Kristal. Mum tersenyum geli.
“Oke. Sekarang, kita sama-sama duduk di
bawah pohon yang rindang itu yuk !” usul mum seraya menunjuk sebuah pohon yang
sangat rindang. Segeralah mum dan Kristal duduk di bawah pohon itu.
“Waaah... kok, udaranya sejuk baget mum ?!”seru Kristal
“Udara sejuk disebabkan oleh adanya
pohon hijau dan rindang ini. Pohon ini mengeluarkanoksigen dan menghisap
karbondioksida. Ini baru satu, belum lagi jika banyak pohon ! Kamu dapat
bernapas dengan lega dan segar !”jelas mum.
“Ayo, menanam pohon yang sudah mum
siapkan bibitnya !” ajak mum.
“Aduuuh... capek nih ! Kristal ngerti,
tapi besok-besok aja lagi, ya ??!” sahut Kristal. Kristal pergi ke kamar mandi
untuk mencuci tangannya. Kemudian, dia berjalan sempoyobgan menuju kamarnya
untuk beristirahat. Mum hanya bisa tersenyum dan terhibur dengan tingkah laku
Kristal yang lusu. Kristal lalu tertidur pulas.
“Besok, don’t forget, ya !” seru mum seraya menyelimuti Kristal.
“Iya. Um. Eh, tapi... kenapa tidak
sekarang saja ? Ayo mum !”tanggap Kristal. Tiba-tiba, dengan penuh semangat
Kristal bangkit dari tempat tidurnya. Tapi, dia kembali lagi setelah berjalan
dua langkah saja ke depan kaca jendelanya yang disinari terik matahari.
“Tidak jadi, deh mum !” kata Kristal
lelah. Kristal tertidur pulas di kamar istimewanya.
KEESOKAN HARINYA...
Kristal bangun pukul 06.00. ia segera
melakukan aktivitas paginya. Karena dia sudah berjanji akan membantu mum-nya,
dia segera pergi ke kolam renang di belakang rumahnya.
Setelah disana, Kristal merasa sejuk
selali. Ternyata, dibelakan rumahnya sudah ada taman yang indah serta
pohon-pohon di sana-sini. Kristal senang sekali. Akhirnya, impiannya terwujud !
Dan untuk teman-teman, kita juga harus menjaga dan mencintai bumi kita ya !!!
Biodataku:
Nama : Faricha Dzakia Ifkarina
Kelas : 5 D
Usia : 11 tahun
Nama sekolah : SDI Sabilillah Malang
Alamat rumah : Jl. Sunan Muria no.388 sukoraharjo kepanjen - Malang
E-mail : farichaifkarina@yahoo.co.id
No.telpon : (0341) 9523990
Kelas : 5 D
Usia : 11 tahun
Nama sekolah : SDI Sabilillah Malang
Alamat rumah : Jl. Sunan Muria no.388 sukoraharjo kepanjen - Malang
E-mail : farichaifkarina@yahoo.co.id
No.telpon : (0341) 9523990